Teknik 28 Mar 2017

Dosen Teknik Informatika Universitas Islam Riau Presentasikan Hasil Penelitian Di Paris

Hasil penelitian oleh salah seorang dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Islam Riau, Pekanbaru behasil lolos untuk di presentasikan pada ajang Internasional tersebut yaitu International Conference in Computer Science and Future Technology 2017 yang di selenggarakan di Paris Perancis baru-baru ini. Adapun tema dari penelitian adalah tentang penggunaan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) sebagai salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengantisipasi kendala yang ada dalam operasionalnya. Lebih lanjut menurut Dr. Evizal Abdul Kadir, ST, M.Eng adalah penggunakan teknologi RFID ini dapat meningkatkan efisiensi baik tenaga kerja dan waktu dalam operasional dan tentunya biaya operasional.

Pergerakan pengiriman kontainer antara pelabuhan untuk ekspor dan impor barang di dunia terus meningkat setiap tahunnya. Ekspor dan impor sebagian besar dilakukan meggunakan container dan dalam sistem ini angkutan laut biasanya digunakan untuk menghemat biaya pengiriman yang lebih efisien. Sistem yang digunakan terutama melalui pelayaran identik dengan kontainer seperti pelabuhan peti kemas yang ada pelabuhan laut. Seperti dilaporkan pada Konferensi dunia tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), volume pengiriman kontainer di seluruh dunia adalah 170 juta Twenty-Foot Unit Equivalent (TEUs) kontainer selama 2015. Pengiriman kontainer secara global diproyeksikan akan tumbuh sebesar 5,6% pada setiap tahun, didorong antara lain oleh peningkatan dan prospek terutama arus perdagangan timur ke barat. Pengiriman menggunakan jalur pelayaran laut memiliki sekitar 52% dari jumlah kontainer dalam perdagangan global dengan kontainer di laut menurut data tahun 2015. Hal ini disebabkan meningkatnya jumlah barang dan produk yang diangkut.

Pada beberapa tahun terakhir, barang dan keselamatan produk yang ada dalam pengiriman sangat diberi perhatian oleh pihak-pihak yang terlibat seperti perusahan pelayaran, agen pengiriman, pihak kapal dan pelabuhan peti kemas. Keselamatan dan sistem pelacakan sangat penting untuk memastikan pengiriman aman ke berbagai tujuan. Sistem pelacakan dan pemantauan kontainer diterapkan di beberapa pelabuhan kontainer untuk memantau pergerakan kontainer dan memberikan peringatan jika terjadi masalah. Sebagian besar sistem menggunakan Radio Frequency Identification (RFID), Global Positioning System (GPS) dan Sensor Jaringan Wireless (WSN). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam sistem operasional terminal kontainer dan teknologi RFID sudah digunakan di beberapa pelabuhan kontainer di dunia; ini menyebabkan efisiensi yang lebih tinggi sehingga menghemat biaya operasional. Sekarang beberapa pelabuhan peti kemas di dunia sudah  dilengkapi dengan teknologi RFID untuk membaca tag pada seal container.



Secara keseluruhan penggunaan metode ini dapat menghasilkan peningkatan dalam pembacaan data yaitu data yang ada pada tag dan e-seal yang ada pada setiap kontainer. Waktu yang diperlukan untuk memcaba data diambil dari beberapa pengujian yang lakukan secara langsung di lapangan untuk beberapa jenis container yaitu (20 kaki dan 40 kaki atau kombinasi ganda 20 kaki). Perbedaan waktu sangat signifikan dari sebe,unya setiap container diperlukan waktu 3-5 menit untuk setiap proses pemeriksaan container di pelabuhan, maka setelah menggunakan system ini waktu yang digunakan dapat di minimumkan mejadi lebih kurang 1 menit saja. Dengan adanya peningkatan ini tentunya dapat meningkatakan efisiensi dalam operasinal dan sisi lainnya jumlah tenaga kerja juga berkurang dari sebelumnya 2 orang menjadi 1  orang karena mengguankan system secara otomatis, lebih lanjut dengan efisiensi semua system ini maka operasional yang di jalankan oleh pelabuhan peti kemas juga berkurang dari sisi biaya operasional.

[ OP-IT Teknik ]