Teknik 07 Mei 2018

Belajar Pengelolaan Lahan Basah (Wetland) Dari “Sungai Buloh Wetland Reserve” Singapura

Mengenal lahan basah (wetland) adalah mengenal kondisi kekayaan alam Indonesia. Memahami pengertian atau definisi serta pentingnya peran, fungsi, dan manfaat lahan basah. Termasuk mengetahui macam jenis, persebaran dan luas wilayah, serta kondisi dan ancaman terhadap lahan basah di Indonesia. Tentunya pemahaman ini mampu menggugah kepedulian dan peran serta kita sehingga mampu memanfaatkan lahan basah sekaligus menjaganya agar tetap lestari. Lahan basah berbeda dengan perairan. Berbeda dengan perairan, lahan basah umumnya bercirikan tinggi muka air yang dangkal, dekat dengan permukaan tanah, dan memiliki jenis tumbuhan yang khas. Berdasarkan sifat dan ciri-cirinya tersebut lahan basah kerap disebut juga sebagai wilayah peralihan antara daratan dan perairan.

Sungei Buloh Wetland Reserve, Singapura, adalah HeritagePark pertama di ASEAN. adalah situs ekologi seluas 87 hektar yang berfungsi menangkap burung-burung migran yang melarikan diri dari cuaca dingin dalam perjalanan ke iklim Australia yang lebih hangat, diantaranya berasal dari Siberia. Di tempat lain, kepiting, mudskipper dan lobster lumpur dapat ditemukan di habitat alami mereka. The Sungei Buloh Wetland Reserve adalah eko-wisata kelas dunia yang pertama kali ditemukan pada tahun 1986 oleh sekelompok pengamat burung dari The Malayan Nature Society. Pada tahun 1989, situs ini ditetapkan sebagai taman alam oleh Pemerintah Singapura, , dan secara resmi dibuka pada tahun 1993.

Untuk belajar mengelola lahan basah seperti ini, PWK UIR diwakili oleh Dosen Tetap Ir. Mardianto Manan, MT, mengadakan kunjungan ke Sungei Buloh Wetland Reserve  pada Hari Kamis-Jumat tanggal 3 sd 4 Mei 2018. Beliau menegaskan bahwa kawasan lahan basah terbukti punya sejuta manfaat yang bisa diambil bagi kehidupan. Sebagai pemasok air bersih, menyaring air dari limbah berbahaya, sebagai pusat keanekaragaman hayati, peredam bencana alam, sebagai sumber mata pencaharian dan bahkan anugerahnya kita nikmati di atas meja makan kita

[ Adm-UIR ]