Teknik 10 Agus 2018

PT. SPR Langgak mempersiapkan Technology Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk Peningkatan Produksi

Metode enhanced oil recovery adalah suatu cara yg digunakan untuk meningkatkan produksi minyak pada lapangan yg telah melewati puncak produksinya mengggunakan metode primary recovery ataupun secondary recovery. Umumnya di Indonesia sebagian besar lapangan2 minyaknya telah berumur cukup lama dan produksi minyaknya telah mengalami penurunan yang sangat significant. Lapangan minyak Langgak termasuk salah satu lapangan yg termasuk kategori brown field karena telah ditemukan dan dikelola sejak tahun 70 an.

Dalam rangka mengantisipasi penurunan produksi usaha yang dilakukan antara lain dengan melakukan stimulasi sumur, optimasi sumur serta melakukan sumur pengembangan. Namun demikian dengan cara2 diatas tidak dapat menambah cadangan dengan kata lain hanya mempercepat produksi dari jumlah minyak yang ada. Metoda EOR selain dapat meningkatkan produksi minyak juga mampu menambah jumlah cadangan minyak. PT. SPR Langgak telah melakukan kajian dan kerjasama dengan berbagai pihak baik dari perguruan tinggi maupun pihak atau konsultan swasta lainnya. Salah satu kerjasama yg dilakukan adalah dengan melibatkan kerjasama perguruan tinggi daerah, nasional dan luar negeri.

Perguruan tinggi daerah yaitu Prodi Teknik Perminyakan UIR (Dr. Eng. Muslim), perguruan tinggi nasional yaitu Institut Teknologi Bandung (A.K Permadi, PhD) dan Perguruan tinggi luar negeri yaitu Sejong University (Korea Selatan). Kerjasama ini telah dilakukan sejak tahun 2017 yang lalu dengan beberapa kegiatan diantaranya melakukan screening criteria EOR yang cocok untuk lapangan langgak, studi laboratorium dan studi simulasi.

Pertemuan dilakukan dalam mematangkan kegiatan tsb dan Kamis tgl 9 Agustus 2018 telah membahas hasil studi dll serta rencana kegiatan lanjutan untuk tahun 2019 sampai 2023 nantinya. Pertemuan dihadiri beberapa pihak dari PT. SPR Langgak seperti M. Yasin, Ivan dan Dimas. ITB diwakili oleh AK Permadi PhD, prodi perminyakan uir diwakili oleh Dr.Eng. Muslim, Manager senior departemen pengembangan lapangan Minyak - SKK Migas serta Sub-direktorat pengawasan eksploitasi minyak dan gas bumi - Ditjen migas. Hasil pertemuan tersebut menyepakati bahwa kegiatan EOR akan dilanjutkan untuk tahun depan dengan tipe EOR yg terpilih dari hasil screening yaitu injeksi gas CO2 dengan metode Huff and Puff. Serta melakukan persiapan sumur yg akan dijadikan sumur injeksi dengan spesifikasi tertentu sesuai dengan jenis EOR yg telah di tentukan. Keberhasilan kegiatan ini akan menjadi acuan kegiatan EOR tahun2 berikutnya sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Selain itu kerjasama dengan pihak luar negeri (Korea Selatan) akan terus dilakukan, mengingat keberhasilan mereka dalam melakukan uji coba EOR disalah satu lapangan minyak di Indonesia yang waktu itu salah satu timnya adalah AK Permadi PhD.

Persiapan kegiatan EOR yang dilakukan oleh PT. SPR Langgak yang notabenenya adalah BUMD Propinsi Riau ini sangat layak diberikan apresiasi karena upaya yang mereka lakukan setara dengan perusahaan2 besar lainnya baik di tingkat nasional maupun international. Walaupun BUMD ini baru mengelola Lapangan Langgak sejak 2010 dan diambil alih dari PT. CPI perusahaan ini mampu meningkatkan dan mempertahankan produksi sejak beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan keberhasilan yg telah ditunjukan oleh beberapa lapangan di dunia, metode EOR mampu menambah cadangan minyak 5% sampai dengan 20%. Tentunya penambahan cadangan ini menjadi target bagi perusahaan minyak sesuai dengan kondisi saat ini dimana jumlah cadangan minyak di Indonesia mengalami penurunan sejak beberapa waktu yang lalu dan EOR adalah satu jawaban untuk menambah cadangan dari lapangan yang sudah existing selain dengan melalukan ekplorasi. Semoga kegiatan EOR yang akan dilakukan oleh BUMD ini mendapat dukungan dari berbagai komponen masyarakat sehingga kepercayaan semakin tinggi terhadap perusahaan daerah ini.

[ Adm-UIR ]