Teknik 02 Sept 2019

KUNJUNGAN SEMINAR TEKNIK INFORMATIKA UIR KE SMAN 4 PAYAKUMBUH DENGAN TEMA PENGENALAN ARSITEKTUR JARINGAN 5G DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Kunjungan dalam skema PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Universitas Islam Riau (UIR) kali ini diadakan di SMAN 4 Kabupaten Payakumbuh Sumatera Barat pada Jumat, 19 Juli 2019. Dalam kunjungan kali ini responden yang dalam hal ini adalah murid Sekolah Menengah Atas yang menyambut antusias tema seminar terkait teknologi ini. Menurut salah satu siswa mengatakan "IT adalah masa depan dan suatu ilmu yang sifatnya tidak stagnan". Siswa lainnya mengatakan bahwa "IT adalah penunjang kehidupan manusia sehari-hari di masa sekarang karena kemudahan dan efisiensi waktu yang diberikan".

Dalam materi berdurasi 80 Menit yang dibawakan oleh pengisi materi yaitu Bapak Rizdqi Akbar Ramadhan, M.Kom., CHFI yang merupakan salah satu dosen di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Informatika ini berisi tentang Revolusi Industri 4.0 dan pengaplikasiannya dalam Arsitketur perangkat Mobile Smartphone serta arsitektur pendukungnya. Sang Dosen mengatakan bahwa "Kita berada pada pergeseran peradaban dan ini bisa berdampak Positif maupun Negatif terikat bagaimana cara kita sebagai manusia berinteraksi satu sama lain baik sesama manusia maupun manusia dan mesin".

Lantas apa yang dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0 itu sendiri? Secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia. Dalam penutup seminar ini Dosen berkata "Dunia saat ini memang tengah mencermati revolusi industri 4.0 ini secara saksama. Berjuta peluang ada di situ, tapi di sisi lain terdapat berjuta tantangan yang harus dihadapi". Tegasnya.

Di Indonesia sudah diterapkan Hukum Cyber yang mana mengatur terkait segala aturan dan batasan dalam penggunaan perangkat berbasis IT. Namun menurut opini Dosen Pembicara bahwa perlu ada pengembangan dan revisi kembali pada butir-butir aturan tersebut. Beliau beralasan bahwa Hukum Cyber harus selalu terbarukan sejalan dengan terbarukannya perkembangan teknologi berbasis IT tersebut, pungkasnya.

[ OP-IT F. TEKNIK UIR. ]