Teknik 28 Apr 2021

PKM PWK FT UIR : MANAJEMEN RESIKO KAWASAN WISATA

Pantai Jai-Jai Raok yang sudah menjadi destinasi wisata ala-ala pantai di Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean Kabupaten Kuantan Singingi. Jaraknya lebih kurang 20 km dari pusat kota Taluk Kuantan atau sekitar setengah jam perjalanan dengan menggunakan angkatan darat.emolekannya ini sudah menjadi buah bibir di Negeri Jalur, hingga dijadikan salah satu tujuan liburan dikala akhir pekan atau dikala hari libur. Pasir putih nan halus menghampar disepanjang tepian Sungai Batang Kuantan, hampir separuh aliran sungai di arena Gelanggang Pacu Jalur Tepian Rajo itu tertutup pasir.Di tebingnya, tumbuh subur pohon kelapa yang nyiurnya melambai tertiup angin sore yang berhembus dari tanah seberangnya. Namun pada bulan Februari 2021 wahana objek wisata tersebut menelan korban jiwa. Tiga orang korban terseret arus saat mencuci tangan di aliran sungai batang Kuantan di Pantai Jai-jai Raok, satu dinyatakan meninggal dunia dan dua orang lagi dapat diselamatkan.

Banyak faktor penyebab terjadinya kecelakaan di tempat wisata. Apa yang harus dilakukan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap hal tersebut dan adakah peraturan-peraturan normative yang mengaturnya?. Manajemen resiko pariwisata  memberikan kerangka kerja bagi destinasi pariwisata agar dapat melakukan identifikasi, analisa, evaluasi, penanganan, monitoring dan kaji ulang resiko sesuai konteks kepariwisataan. Perlu dilakukan kajian lebih khusus untuk setiap destinasi wisata yang akan dikaji manajemen resikonya, karena setiap destinasi wisata akan berbeda karakteristiknya. Memberikan rasa nyaman, aman dan selamat bagi wisatawan adalah nilai lebih bagi destinasi wisata.

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR) melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat pada hari Sabtu tanggal 24 April 2021, yang diikuti oleh Dosen, Mahasiswa, dan Masyarakat Desa Padang Tanggung. Kegiatan ini adalah implementasi dari wujud kesepakatan kerjasama yang pernah ditandatangani antar PWK FT UIR dan Camat Pangean pada tahun 2017. Kegiatan ini didukung oleh Tokoh Masyarakat Kuansing, Ir. Mardianto Manan, MT, anggota DPRD Provinsi Riau yang mengahrapkan PWK UIR dapat membuat strategi pengelolaan terhadap kawasan tersebut agar terhindar dari kecelakaan saat berwisata. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Kerja PWK FT UIR terkait kecamatan Pangean, dimana sebelumnya sudah disosialisasikan Konsep Pengembangan Desa Wisata dan Manfaatnya untuk Masyarakat pada tahun 2019. Kegiatan PkM kali ini merupakan kesinambungan dari kegiatan sebelumnya, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya manajemen resiko pada kawasan wisata agar terhindar dari kecelakaan yang mungkin terjadi terutama untuk kawasan tepi air.

Bertolak dari kejadian tenggelamnya wisatawan pada objek wisata tersebut, PWK FT UIR telah melakukan survey dan membuat dokumentasi terhadap kondisi fisik kawasan wisata, fasilitas-fasilitas yang tersedia untuk keselamatan wisatawan, melakukan pengumpulan data untuk bencana banjir, dan lain sebagainya terkait hal tersbut. Ketua tim PkM, Puji Astuti, ST, MT, mengatakan perlu dilakukan pengelolaan yang terdiri dari kegiatan identifikasi, evaluasi dan pengendalian yang berhubungan dengan pengelolaan untuk memutuskan opsi mitigasi dan strategi kontrol yang efektif terhadap sumber bahaya. Manajemen resiko sebagai suatu strategi untuk mempertahankan asset dan memastikan stabilitas dalam meminimalisasi ketidakpastian dan potensi kerugian dari kejadian yang tidak diantisipasi sebelumnya.

[ ADMIN F. TEKNIK UIR. ]