Teknik 06 Mei 2021

Sharing Discussion: Dr. Mohd Akmal bin Muhammad Sidek, Analisis dan pemodelan cekungan menuju satu juta barrel produksi per hari

Pekanbaru UIRNews- Program Studi Teknik Geologi Universitas Islam Riau pada Selasa 5 Mei 2021 kembali menggelar sharing discussion bertajuk arsitektur dan pemodelan cekungan sebagai hydrocarbon assesment properties. Pada kesempatan kali ini, Ketua Program Studi menghadirkan dosen senior Dr. Mohd Akmal bin Muhammad Sidek., dari department petroleum engineering Universiti Teknologi Malaysia. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang di taja Program Studi Teknik Geologi dalam rangka penguatan literasi mahasiswa untuk menghadapi persoalan dunia kerja kehususnya industri perminyakan yang memiliki resiko investasi dan biaya yang tinggi (high risk and high cost).

Pembukaan dan sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik Dr. Eng. Muslim., MT . Dalam sambutannya, Pimpinan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau menginginkan adanya kolaborasi bidang riset dan pendidikan melalui pertukaran pelajar dalam upaya peningkatan kapabilitas mahasiswa, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia secara global khususnya dari industri perminyakan pada era milenial saat ini. “seperti kita ketahui bersama, saat ini pemerentah dalam hal ini SKK Migas Pusat mencanangkan satu juta barrel perhari poduksi minyak mentah dari perut bumi (lifthing) pada tahun 2030 di beberapa lapangan raksasa (giant field) dan  satu langkah strategisnya adalah menyiapkan sumber daya manusia  milenial melalui pendidikan yang unggul dan berdaya saing global”. Pungkas Dekan FT-UIR

Dr. Mohd Akmal bin Muhammad Sidek., menyatakan sangat senang dan bersahaja telah diberikan kesempatan berbagi pengalaman dan sharing knowledge di Univeristas Islam Riau yang termasuk dalam jajaran univeristas Islam tertua di Sumatra khususnya di wilayah X. Dalam paparannya, item penting yang menjadi perhatian khusus dalam eksplorasi hidrokarbon adalah pengenalan arsitektur dan pemodelan cekungan untuk memahami petroleum system disuatu lapangan eksplorasi . Adapun yang menjadi core dalam kegiatan eksplorasi hidrokarbon terdiri dari; 1) evaluasi data base and literature, 2) screening, evaluation and interpretation, 3). Bidding, drilling, acquisition, fram-ins.  Lebih jauh, dijelaskan oleh pemateri bahwa dalam eksplorasi hidrokarbon terdapat 2 komponen utama penting yaitu, pemodelan cekungan sedimentasi (sedimentary basin modeling) dan sistim perangkap hidrokarbaon (petroleum system modeling) dimana keduanya memiliki keterkaitan secara genetic  fundamental  dan spasial, sehingga keduanya dapat diproyeksikan dalam pemodelan digital secara utuh berdasarkan evaluasi data. 

“Di beberapa lapangan eksplorasi , khususnya di Provinsi Riau memilki potensi yang sangat profit untuk dikembangkan dimana berdasarkan penemuan dilapangan jumlah sumberdaya hidrokarbon regional Cekungan Sumatra Tengah mencapai 12.100 BBOE. Penemuan ini tentunya membutuhkan geologist exsplorer yang mampu memberikaan solusi pengelolaan, pengembangan dan produksi yang kompetitif sekaligus ramah lingkungan” tandasnya

Selanjutnya masuk pada sesi diskusi interaktif banyak mahasiswa langsung memberikan respon tentang pilihan metode pengembangan eksplorasi dan beberapa kasus pengamatan dilapangan yang menjadi bagian pengkayaan materi perkuliahan.  Dalam kesempatan diskusi ini di moderatori oleh Adi Suryadi., B.Sc (Hons)., M.Sc  selaku Dosen tetap Teknik Geologi Universitas Islam Riau.

Pada sesi terakhir pemateri juga memberikan kuisioner bagi mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan Dr. Mohd Akmal bin Muhammad Sidek . Selanjutnya sesi penutupan diakhiri dengan pembacaan doa serta ucapan terimakasih kepada pemateri atas sharing knowledge  serta panitia yang tergabung dalam peserta webinar.

[ ADMIN F. TEKNIK UIR. ]